Aku menongkatkan dagu diatas meja sambil memandang pemandangan diluar tinggkap . Kedegaran pintu dikuak perlahan . Aku memalingkan badanku menunggu kelibat itu muncul .
" Med !! " lantang suara itu memanggil namaku . Aku hanya tersenyum nipis . Sudah masak dengan telatah Leo . Seorang gadis yang berpewatakan ceria . Ada kalanya seorang yang dingin . Perubahan mood dia tidak dapat dijangka . Leo ditemani Nana . Nama sebenar Ina . Lebih gemar dipanggil Nana . Seorang gadis yang sangat " friendly " ." Easy Going " dan pemendam .
" Hye Med " Nana pula menyapa . Dia tersenyum nipis . Leo dan Nana melabuhkan badan mereka diatas katil berdekatan denganku . Entah kenapa aku rasa hubungan kami semakin renggang . Aku rasa macam ..... rimas .
" Med , Kitaorang nak keluar . Nak ikut ? " Nana memulakan perbualan untuk memecah kesunyian .
" Hmm . Tak nak .. Terima Kasih " aku tersenyum tipis .
" Tak Nak ? Hmm dah lama kita tak spent time sama-sama . Lepas ni tak boleh dah keluar sama-sama " Leo mencebikan bibirnya . Lantas Nana mencuit lengan Leo . Leo hanya menundukkan kepalanya memandang lantai .
" Takpe lah kalau macam tu . Kitaorang balik dulu . Jom Leo " Pantas Nana menarik lengan Leo memaksa Leo untuk bangun . Leo hanya diam mengikut arahan Nana . Pintu bilik dikuak perlahan . Lama-kelamaan kelibat mereka hilang .
Aku mengeluh perlahan . Apa aku dah buat ? Kau sedar tak kau dah sakitkan hati kawan kau . Aku menekup mukaku dengan kedua tapak tangan . Menyesal atas tindakan yang dilakukan . Aku mengambil cardigan bewarna merah jambu lalu membaluti tubuhku . Pantas aku menuruni tangan . Berhasrat untuk mengejar Leo dan Nana . Namun apakan daya . Mereka telah berlalu pergi .
Aku mengeluh perlahan . Aku mengatur langkah . Langkah ku berhenti dihadapan kedai Kaison . Leo sering datang ke sini untuk membeli pewangi bilik . Leo memang gemar membeli benda yang wangi-wangi .
FLASHBACK
" Med .. jom singgah sekejap kedai Kaison . Jomm lahhhh " leo memujukku untuk menemaninya . Demi menjaga perasaannya . Aku turuti permintaannya .
" Nak beli apa ? " aku hanya mengikut langkah yang diatur oleh Leo .
" Pewangi . Nak beli apa-apa ke ? Barang dekat sini murah-murah " Leo masih mencari pewangi yang dicarinya .
" Yeker ? Nak beli Leo lahh . Mesti murah kan ? " lantas tanganku memegang pinggangnya . Aku tahu leo sangat sensetive apabila orang memegang pinggangnya .
" Geli lah Med ! Leo mahal . Sebab Leo comel . Haha " Kami tertawa bersama . Langsung tidak menghiraukan pandangan orang .
ENDFLASHBACK
Aku memejam mataku . Segala kenangan dihirup kembali . Aku rindu segalanya . Setiap memori yang kita bertiga cipta . Aku rindu sangat-sangat . Dadaku menahan sebak . Bunyi deringan telephone mematikan lamunanku . Lemah aku meangkatnya .
" Jumpa aku kat Coffee Garden . "
Talian dimatikan . Aku hanya tersenyum nipis . Kenal sangat dengan tabiat Mia . Seorang yang terlebih berjimat . Aku menuju ke Coffee Garden lalu melaburkan badanku di salah satu tempat . Aku tahu aku cepat 5 minit jadi aku mengambil keputusan untuk tunggu . Pelayan datang untuk mengambil order . Aku hanya menempah Milk Coffee .
Seorang gadis menyapaku . Dia tersenyum lebar lalu mengambil tempat dihadapanku . Aku hanya menuggu dia memulakan bicara . Gadis itu menghirup White Coffe dihadapanku . Aku punya Coffee dia minum . Hiss budak ni .
" Sedap Coffee ni . Haha . Aku nak mintak tolong kau hantarkan surat ni kat pengetua . Aku nak pindah sekolah " Mia memulakan bicara . Dia menghulurkan satu keping sampul surat putih . Aku menyambutnya dengan senyuman nipis tanda setuju .
" Kau sedih ke aku pindah ? Janganlah sedih . hihi " gadis itu menyapa apabila melihat aku menundukan pandanganku kebawah .
" Sikit . Aku ada masalah lah Mia . "
---------------------------------
Aku menyandarkan badanku di kepala katil . Aku membaluti separuh badanku dengan selimut tebal . Cukup untuk menghangatkan badanku . Kepala masih memutar ayat Mia siang tadi .
FLASHBACK
" Sejak kebelakangan ni aku rasa kosong . Aku mula rimas bila dengan dorang .. Aku rasa lagi seronok kawan dengan orang lain . " aku mengeluh perlahan .
" Maksud kau ? " Mia masih bingung .
" Aku tak rasa hubungan kitaorang macam "bestfriend" lagi "
" Itu bukan diri kau . Percayalah . Pergi cari diri kau semula . Jangan ikut perasaan nanti merana . Sebab perasaan itu salah satu daripada mainan hati . Jangan bertindak sebelum berfikir . Fikir betul-betul . Pertimbangkanlah . Aku tak nak kau menyesal ."
ENDFLASHBACK
Perasaan itu salah satu daripada mainan hati
Aku menekup mukaku . Pada siapa lagi aku hendak percaya kalau bukan diri aku .
Tapi adakah diri yang aku .betul ? Atau semuanya Mainan perasaan ? Aku bingung . Aku tak pernah lupa memori kita . Aku takut aku buat kesalahan . I'm scared if I made a mistake . Mabye big mistake .
FLASHBACK
Aku berjalan seorang diri di tengah bandar yang besar . Ditinggalkan kawan . Ciss . Mana Nana dengan Leo pergi ? Ingat aku pandai selok belok jalan dekat Melbourne ni ? Kalau boleh menjerit dah lama aku menjerit . Fragile .
" Tadaaa ! " 2 orang badut muncul dihadapanku .
" Nana ! Leo ! " aku mencebikan bibirku . Merajuk katanya . ceh .
" Gomen (sorry) ! Hari ni kan hari jadi kau ... tak ingat ke ? " Nana memicit-micit hidung badutnya .
" Ok thanks . Comel lah . Tengok dari muka dah ada ciri-ciri nak kerja kat Circus . Haha . "
FLASHBACK
Aku berjalan seorang diri di tengah bandar yang besar . Ditinggalkan kawan . Ciss . Mana Nana dengan Leo pergi ? Ingat aku pandai selok belok jalan dekat Melbourne ni ? Kalau boleh menjerit dah lama aku menjerit . Fragile .
" Tadaaa ! " 2 orang badut muncul dihadapanku .
" Nana ! Leo ! " aku mencebikan bibirku . Merajuk katanya . ceh .
" Gomen (sorry) ! Hari ni kan hari jadi kau ... tak ingat ke ? " Nana memicit-micit hidung badutnya .
" Ok thanks . Comel lah . Tengok dari muka dah ada ciri-ciri nak kerja kat Circus . Haha . "
-------------------------------
Bunyi deringan telephone membuatku terjaga dari tidur . Aku mengusutkan rambutku . Rasa terganggu . Di skrin terpapar nama Nana .
" Datang hospital sekarang . Leo ...... "
Talian dimatikan . Aku terjaga sepenuhnya . Entah kenapa aku risau . Kenapa dengan Leo ? Segera aku mencapai jacket ditepi pintu . Kunci kereta diambil .
" Pergi mana ? " tegur Ibu apabila melihat aku bergegas keluar dari rumah .
" Hospital .. "
" Biar Ibu pandu " tangkas dia mengambil kunci kereta ditanganku .
--------------------------------
" Leo !! " aku melihat susuk tubuh yang lemah terbaring diatas katil . Matanya dipejam . Langsung tidak mendengar pangilanku .
" Leo !! . Sekali lagi aku memangilnya . Aku mengoncang tubuhnya berkali-kali . Mengharapkan gadis itu bangun . Nana terus menghalangku dari mengoncang tubuh kecil itu . Kalau Leo mati macam mana ? Bangun lah sekejap . Cakap dengan aku . Ucap selamat tinggal . Aku terduduk di sisi Leo . Tubuhku didakap rapi oleh Nana .
" Kenapa dia tak bangun ? Kata nak jalan-jalan dengan aku . " perlahan nada suaraku . Nana mengusap rambutku lembut . Mengharapkan aku tabah .
" Aku gembira kau dah sedar .. " Nana melepaskan pelukan . Dia tersenyum manis . Aku tahu dia terluka . Senyuman itu cukup untuk mengubat hatinya yang terluka . Aku tahu dia banyak bekorban untuk aku dan Leo . Aku tahu . Kenapa aku tak pernah sedar semua ni .
" Dah terlambat ... " aku menundukan kepalaku .
" Terlambat sikit . " dia masih lagi tersenyum manis .
------------------------------------
Aku mengusap lembut tangannya yang sejuk . Melihat gadis itu terlantar membuatkan jiwa aku sakit .
" Tolonglah bangun " aku mengucap perlahan .
FLASHBACK .
" Bunga ni cantik kan ? " Leo mencium bau bunga itu . Aku tergelak kecil melihat telatahnya . Nana turut tergelak besar melihat Leo .
" Bunga plastik ada bau ke ? " Nana menegurnya . Masih ada tawa dalam ayatnya .
" Yeke ? Yang penting cantik . Semua bunga cantik kan ? Setiap bungan ada makna tersendiri . " Leo memeluk bungan tersebut . Lucu melihat telatah Leo .
" Betul lah . Ni Bunga Daisy bermaksud kesucian dan kecantikan . Comel nya ! " aku dan Nana sekali lagi ketawa .
" Yelah Leo . Bunga tu comel macam Leo kan . hihi " sekali lagi Nana mengusiknya .
" Cemburu ke Leo comel ? haha . Jangan risau Med dengan Nana pun comel sebab Med dengan Nana dah serap semua kecomelan Leo . haha "
ENDFLASHBACK
Aku mengengam tangan Leo dengan lebih erat . Mengharapkan habaku mengalir ke badan Leo .
" Leo bangunlah . Ini Med . Med nak mintak maaf pasal semalam . Med mintak maaf sangat-sangat " tanpa disedari Nana memerhati Med dari luar . Sebutir air keluar dari kelopak mata . Hatinya turut sakit . Tambah-tambah Leo tiada harapan .
" Kenapa Leo tak bagitahu Med , Leo sakit . Sampai hati Leo " aku mencebikan bibirku .
" Besok Leo kena bedah . Leo jangan takut . Doktor cakap Leo tak dapat jalani kehidupan normal lagi . Leo jangan risau . Med dengan Nana sentiasa disisi Leo . Leo pun kena berjuang . " aku menitiskan air mata . Aku ....... cuma nak Leo balik ......
----------------------------------
Kelihatan doktor keluar masuk dari bilik pemedahan . Reaksi muka mereka membimbangkanku . Tiada tanda ceria atau gembira . Makin aku risau , berganti-ganti doktor .
Penyakit dia sangat teruk . Peratus untuk hidup tinggal 10% . Kalau pemindahan jantung ini berjaya , mungkin dia bukan yang kamu kenal .
Aku mengeluh perlahan . Mengharapkan semuanya berjalan lancar . Mungkin bukan Leo yang dulu tapi cukup gembira melihat Leo kembali . Leo bertahanlah .
FLASHBACK
" Med tahu , dah genap 3 tahun kita bersama . Tahun depan Med masuk asrama . Jangan lupakan Leo ye ? " dia tersenyum nipis .
" Med janji takkan lupakan Leo . "
" Nana pun tau ! " dia mengingatkanku . Aku hanya menganguk .
" Med tahu , kawan ni macam bunga "
" Maksudnya ? "
" Maksudnya ... bunga ada yang wangi , ada yang busuk . Kawan pun . Ada yang baik , ada yang jahat . Ada yang berduri , ada yang tajam . Maksudnya , ada yang menghianati kawan , ada yang bahaya . "
ENDFLASHBACK .
Melihat doktor keluar dari bilik pemedahan , terus aku bangun mendapatkannya .
"Maaf kami telah cuba yang terbaik , kami terpaksa mencabut alat penafasannya . " Perkataan itu keluar dari bibir jejaka dihadapanku .
" Kau bunuh dia ! Kenapa kau cabut alat penafasan tu ? Kalau kau tak cabut mesti dia boleh hidup kan ? Kau sengaja bunuh dia ! " pantas aku memarahi doktor itu . Aku sedar akan tindakanku . Dia tak berhak ambik nyawa orang . Dia hanya seorang doktor .
" Maaf . Seperti yang saya kata sebelum ini , dia tiada harapan untuk hidup "
" You're killing her like you're killing our friendship ! " aku menengkingnya .
" Enough Med . Doc I'm sorry . Tolong tinggalkan kami sebentar . Thanks " doktor itu berlalu pergi . Aku terduduk . Apa yang sepatutnya aku buat sekarang ? Aku lemah . Hati aku sakit . Kalau tak disebabkan doktor itu , Leo boleh hidup .
" Get real Med . Please . Jangan seksa diri kau . Ini takdir . Aku pun sedih terima kenyataan ni . You're killing your self . You're killing me to . You're killing everyone surround you . Please Med " Nana memeluk tubuhku . Aku membalas pelukannya . Sepatunya kami peluk bertiga .... Aku tahu Nana terluka . Mungkin lagi teruk dari aku .
Penyakit dia sangat teruk . Peratus untuk hidup tinggal 10% . Kalau pemindahan jantung ini berjaya , mungkin dia bukan yang kamu kenal .
Aku mengeluh perlahan . Mengharapkan semuanya berjalan lancar . Mungkin bukan Leo yang dulu tapi cukup gembira melihat Leo kembali . Leo bertahanlah .
FLASHBACK
" Med tahu , dah genap 3 tahun kita bersama . Tahun depan Med masuk asrama . Jangan lupakan Leo ye ? " dia tersenyum nipis .
" Med janji takkan lupakan Leo . "
" Nana pun tau ! " dia mengingatkanku . Aku hanya menganguk .
" Med tahu , kawan ni macam bunga "
" Maksudnya ? "
" Maksudnya ... bunga ada yang wangi , ada yang busuk . Kawan pun . Ada yang baik , ada yang jahat . Ada yang berduri , ada yang tajam . Maksudnya , ada yang menghianati kawan , ada yang bahaya . "
ENDFLASHBACK .
Melihat doktor keluar dari bilik pemedahan , terus aku bangun mendapatkannya .
"Maaf kami telah cuba yang terbaik , kami terpaksa mencabut alat penafasannya . " Perkataan itu keluar dari bibir jejaka dihadapanku .
" Kau bunuh dia ! Kenapa kau cabut alat penafasan tu ? Kalau kau tak cabut mesti dia boleh hidup kan ? Kau sengaja bunuh dia ! " pantas aku memarahi doktor itu . Aku sedar akan tindakanku . Dia tak berhak ambik nyawa orang . Dia hanya seorang doktor .
" Maaf . Seperti yang saya kata sebelum ini , dia tiada harapan untuk hidup "
" You're killing her like you're killing our friendship ! " aku menengkingnya .
" Enough Med . Doc I'm sorry . Tolong tinggalkan kami sebentar . Thanks " doktor itu berlalu pergi . Aku terduduk . Apa yang sepatutnya aku buat sekarang ? Aku lemah . Hati aku sakit . Kalau tak disebabkan doktor itu , Leo boleh hidup .
" Get real Med . Please . Jangan seksa diri kau . Ini takdir . Aku pun sedih terima kenyataan ni . You're killing your self . You're killing me to . You're killing everyone surround you . Please Med " Nana memeluk tubuhku . Aku membalas pelukannya . Sepatunya kami peluk bertiga .... Aku tahu Nana terluka . Mungkin lagi teruk dari aku .
----------------------------------
Sinar pagi menghiasi pemandangan pagi . Aku duduk berseorangan diatas banku yang disediakan . Mata sibuk melihat seorang pekebun sibuk menyapu daun-daun yang bertaburan . Hembusan angin pagi meniup rambutku perlahan . Setiap kenangan ditiup kembali .
FLASHBACK
Udara segar dihirup oleh 3 gadis manis . 3 gadis yang sentiasa kongsi suka dan duka . Setiap minggu kami luangkan masa disini .
" Kalau aku mati , korang sedih tak ? " Leo memecah kesunyian . Aku dan Nana memandang Leo pelik . Kenapa tiba-tiba tanya soalan berkaitan dengan "mati" . Sensetif betul dengar tajuk tu -,-
" Erm mestilah sedih " Nana orang pertama jawab . Aku ? Lidah aku kelu . Tidak terfikir benda itu akan terkeluar dari mulut Leo .
" Hmm rasanya sedih " aku tersenyum kerang menjawab soalan itu . Tidak sedar Leo kecil hati dengan jawapanku . Suasana bertukar menjadi sepi sekali lagi .
" Kau tahu .. Daun ni macam persahabatan . Sangat ringan dan mudah dibawa pergi oleh angin . " leo pergi meninggalkan kami berdua . Tidak terfikir untuk mengejar Leo . Masing-masing cuba mentafsir maksud itu .
ENDFLASHBACK
Aku tersedar dari lamunan apabila seseorang menyapaku .
" Ganggu ke ? " Nana memulakan bicara . Aku hanya tersenyum tipis . Nana mengambil tempat disebelahku .
" Rindu kenangan kita bersama-sama " Nana seperti mengetahui apa yang bermain di mindaku . Aku hanya menganguk tanda setuju . Sebak di dada aku tahan .
" Sekurang-kurangnya kita ditakdirkan bersama " perlahan nada suaranya .
" Aku mintak maaf . Aku punca semuanya . Aku punca Leo mati . Aku punca hubungan kita jadi dingin . Aku tak dapat kawal perasaan aku . Aku sayang Leo . Aku sayang kau . Cuma ........ " Aku tidak dapat meneruskan kata-kataku . Sebak tidak dapat ditahan lagi .
" Bukan salah kau . Kau tahu Med . Sebelum kau masuk asrama , aku dapat rasa hubungan kita akan rengang . Betul tekaan aku . " dia tersenyum dingin . Kata-katanya menusuk dadaku .
" Kau berubah . Kau makin dingin . Kau tak seceria dulu bila kita keluar sama-sama . Kau selalu tolak permintaan Leo untuk keluar bersama . Kau tolak semuanya Med . Lama-kelamaan Leo cari kawan baru . Mungkin lebih baik dari kau , Tetapi kau mesti ingat , kawan baru dia tak mampu gantikan kau . Tak sama dengan kau . " Nana berhenti berkata-kata . Aku menekup mukaku dengan dua tapak tangan . Sakitnya terlalu sakit . Aku sedar kesilapanku . Aku harap ini mimpi . Mimpi yang sangat ngeri . Kalaulah aku dapat memujuk tuhan untuk putarkan masa . Kalau lah aku bijak pandai , aku janji akan cipta mesin masa . Aku ingin mulakan hidup baru bersama Nana dan ... Leo .
" Kita hidup perlukan antara satu-sama lain . Aku tak sempurna , Tapi kau sempurnakan aku dengan Nana "
Maafkan aku sebab tak dapat sempurnakan kau dengan Nana . Tuhan tolonglah pulangkan Leo . Aku janji akan hargai dia . Tolonglah ...
" Kalau tak nak pulangkan balik " Nana memandangku yang masih menekup muka .
" Apa maksud kau ? " aku memandang Nana dengan penuh tanda tanya .
" Tuhan kurniakan kau seorang kawan yang setia . Sentiasa disamping kau . Tapi kau tak pernah hargai kurnian tuhan . Jadi tuhan ambil balik . " Kalau tak nak pulangkan balik " maknanya kau tolak kuniaan tuhan dan kau telah pulangkan balik pada tuhan "
--------------------------
Memang Daun ni macam persahabatan . Sangat ringan dan mudah dibawa pergi oleh angin . Walaupun daun dah dibawa angin tapi bentuknya tetap sama kan ? . Macam kita . Walau jauh mana pun kita pergi , kita masih diri kita dan persahabatan kita tetap sama . - Leo