Updates.
[NEW] voice of heart . No copycat please*haram*

Mistake





 Aku menongkatkan dagu diatas meja sambil memandang pemandangan diluar tinggkap . Kedegaran pintu dikuak perlahan . Aku memalingkan badanku menunggu kelibat itu muncul .

  " Med !! " lantang suara itu memanggil namaku . Aku hanya tersenyum nipis . Sudah masak dengan telatah Leo . Seorang gadis yang berpewatakan ceria . Ada kalanya seorang yang dingin . Perubahan mood dia tidak dapat dijangka . Leo ditemani Nana . Nama sebenar Ina . Lebih gemar dipanggil Nana . Seorang gadis yang sangat " friendly " ." Easy Going " dan pemendam .

  " Hye Med " Nana pula menyapa . Dia tersenyum nipis . Leo dan Nana melabuhkan badan mereka diatas katil berdekatan denganku . Entah kenapa aku rasa hubungan kami semakin renggang  . Aku rasa macam ..... rimas .

  " Med , Kitaorang nak keluar . Nak ikut ? " Nana memulakan perbualan untuk memecah kesunyian .

  " Hmm . Tak nak .. Terima Kasih " aku tersenyum tipis .

  " Tak Nak ? Hmm dah lama kita tak spent time sama-sama . Lepas ni tak boleh dah keluar sama-sama " Leo mencebikan bibirnya . Lantas Nana mencuit lengan Leo . Leo hanya menundukkan kepalanya memandang lantai .

  " Takpe lah kalau macam tu . Kitaorang balik dulu . Jom Leo " Pantas Nana menarik lengan Leo memaksa Leo untuk bangun . Leo hanya diam mengikut arahan Nana . Pintu bilik dikuak perlahan . Lama-kelamaan kelibat mereka hilang .

Aku mengeluh perlahan . Apa aku dah buat ?  Kau sedar tak kau dah sakitkan hati kawan kau . Aku menekup mukaku dengan kedua tapak tangan . Menyesal atas tindakan yang dilakukan . Aku mengambil cardigan bewarna merah jambu lalu membaluti tubuhku . Pantas aku menuruni tangan . Berhasrat untuk mengejar Leo dan Nana . Namun apakan daya . Mereka telah berlalu pergi .

Aku mengeluh perlahan . Aku mengatur langkah . Langkah ku berhenti dihadapan kedai Kaison . Leo sering datang ke sini untuk membeli pewangi bilik . Leo memang gemar membeli benda yang wangi-wangi .

FLASHBACK

   " Med .. jom singgah sekejap kedai Kaison . Jomm lahhhh " leo memujukku untuk menemaninya . Demi menjaga perasaannya . Aku turuti permintaannya .

   " Nak beli apa ? " aku hanya mengikut langkah yang diatur oleh Leo .

   " Pewangi . Nak beli apa-apa ke ? Barang dekat sini murah-murah " Leo masih mencari pewangi yang dicarinya .

   " Yeker ? Nak beli Leo lahh . Mesti murah kan ? " lantas tanganku memegang pinggangnya . Aku tahu leo sangat sensetive apabila orang memegang pinggangnya .

   " Geli lah Med ! Leo mahal . Sebab Leo comel . Haha " Kami tertawa bersama . Langsung tidak menghiraukan pandangan orang .

ENDFLASHBACK

Aku memejam mataku . Segala kenangan dihirup kembali . Aku rindu segalanya . Setiap memori yang kita bertiga cipta . Aku rindu sangat-sangat . Dadaku menahan sebak . Bunyi deringan telephone mematikan lamunanku . Lemah aku meangkatnya .

     " Jumpa aku kat Coffee Garden . "

Talian dimatikan . Aku hanya tersenyum nipis . Kenal sangat dengan tabiat Mia . Seorang yang terlebih berjimat . Aku menuju ke Coffee Garden lalu melaburkan badanku di  salah satu tempat . Aku tahu aku cepat 5 minit jadi aku mengambil keputusan untuk tunggu . Pelayan datang untuk mengambil order . Aku hanya menempah Milk Coffee .

Seorang gadis menyapaku . Dia tersenyum lebar lalu mengambil tempat dihadapanku . Aku hanya menuggu dia memulakan bicara . Gadis itu menghirup White Coffe dihadapanku . Aku punya Coffee dia minum . Hiss budak ni .

    " Sedap Coffee ni . Haha . Aku nak mintak tolong kau hantarkan surat ni kat pengetua . Aku nak pindah sekolah " Mia memulakan bicara . Dia menghulurkan satu keping sampul surat putih . Aku menyambutnya dengan senyuman nipis tanda setuju .

    " Kau sedih ke aku pindah ? Janganlah sedih . hihi " gadis itu menyapa apabila melihat aku menundukan pandanganku kebawah .

   " Sikit . Aku ada masalah lah Mia . "

---------------------------------

Aku menyandarkan badanku di kepala katil . Aku membaluti separuh badanku dengan selimut tebal . Cukup untuk menghangatkan badanku . Kepala masih memutar ayat Mia siang tadi . 


FLASHBACK 

     " Sejak kebelakangan ni aku rasa kosong . Aku mula rimas bila dengan dorang  .. Aku rasa lagi seronok kawan dengan orang lain . " aku mengeluh perlahan . 

    " Maksud kau ? " Mia masih bingung . 

   " Aku tak rasa hubungan kitaorang macam "bestfriend" lagi " 

   " Itu bukan diri kau . Percayalah . Pergi cari diri kau semula . Jangan ikut perasaan nanti merana . Sebab perasaan itu salah satu daripada mainan hati .  Jangan bertindak sebelum berfikir . Fikir betul-betul . Pertimbangkanlah . Aku tak nak kau menyesal ." 

ENDFLASHBACK 

 Perasaan itu salah satu daripada mainan hati

Aku menekup mukaku . Pada siapa lagi aku hendak percaya kalau bukan diri aku .

Tapi adakah diri yang aku .betul ? Atau semuanya Mainan perasaan ? Aku bingung . Aku tak pernah lupa memori kita . Aku takut aku buat kesalahan . I'm scared if I made a mistake . Mabye big mistake .

FLASHBACK

Aku berjalan seorang diri di tengah bandar yang besar . Ditinggalkan kawan . Ciss . Mana Nana dengan Leo pergi ? Ingat aku pandai selok belok jalan dekat Melbourne ni ? Kalau boleh menjerit dah lama aku menjerit . Fragile .

      " Tadaaa ! " 2 orang badut muncul dihadapanku .

     " Nana ! Leo ! " aku mencebikan bibirku . Merajuk katanya . ceh .

     " Gomen (sorry) ! Hari ni kan hari jadi kau ... tak ingat ke ? " Nana memicit-micit hidung badutnya .

    " Ok thanks . Comel lah . Tengok dari muka dah ada ciri-ciri nak kerja kat Circus . Haha . " 


-------------------------------


Bunyi deringan telephone membuatku terjaga dari tidur . Aku mengusutkan rambutku . Rasa terganggu . Di skrin terpapar nama Nana . 

    " Datang hospital sekarang . Leo ...... " 

Talian dimatikan . Aku terjaga sepenuhnya . Entah kenapa aku risau . Kenapa dengan Leo  ? Segera aku mencapai jacket ditepi pintu . Kunci kereta diambil .

    " Pergi mana ? " tegur Ibu apabila melihat aku bergegas keluar dari rumah .

    " Hospital .. " 

   " Biar Ibu pandu " tangkas dia mengambil kunci kereta ditanganku . 

--------------------------------

    " Leo !! " aku melihat susuk tubuh yang lemah terbaring diatas katil . Matanya dipejam . Langsung tidak mendengar pangilanku .  
  
    " Leo !! . Sekali lagi aku memangilnya . Aku mengoncang tubuhnya berkali-kali . Mengharapkan gadis itu bangun . Nana terus menghalangku dari mengoncang tubuh kecil itu . Kalau Leo mati macam mana ? Bangun lah sekejap . Cakap dengan aku . Ucap selamat tinggal . Aku terduduk di sisi Leo . Tubuhku didakap rapi oleh Nana . 

    " Kenapa dia tak bangun ? Kata nak jalan-jalan dengan aku . " perlahan nada suaraku . Nana mengusap rambutku lembut . Mengharapkan aku tabah . 

    " Aku gembira kau dah sedar .. " Nana melepaskan pelukan . Dia tersenyum manis . Aku tahu dia terluka . Senyuman itu cukup untuk mengubat hatinya yang terluka . Aku tahu dia banyak bekorban untuk aku dan Leo . Aku tahu . Kenapa aku tak pernah sedar semua ni . 

    " Dah terlambat ... " aku menundukan kepalaku . 

    " Terlambat sikit . " dia masih lagi tersenyum manis . 


------------------------------------

Aku mengusap lembut tangannya yang sejuk . Melihat gadis itu terlantar membuatkan jiwa aku sakit . 

    " Tolonglah bangun " aku mengucap perlahan . 

FLASHBACK . 

    " Bunga ni cantik kan ? " Leo mencium bau bunga itu . Aku tergelak kecil melihat telatahnya . Nana turut tergelak besar melihat Leo . 

    " Bunga plastik ada bau ke ? " Nana menegurnya . Masih ada tawa dalam ayatnya . 

   " Yeke ? Yang penting cantik . Semua bunga cantik kan ? Setiap bungan ada makna tersendiri . " Leo memeluk bungan tersebut . Lucu melihat telatah Leo .  

   " Betul lah . Ni Bunga Daisy bermaksud kesucian dan kecantikan . Comel nya ! " aku dan Nana sekali lagi ketawa .   

   " Yelah Leo . Bunga tu comel macam Leo kan . hihi " sekali lagi Nana mengusiknya . 

  " Cemburu ke Leo comel ? haha . Jangan risau Med dengan Nana pun comel sebab Med dengan Nana dah serap semua kecomelan Leo . haha  " 
  

ENDFLASHBACK 

Aku mengengam tangan Leo dengan lebih erat . Mengharapkan habaku mengalir ke badan Leo .

    " Leo bangunlah . Ini Med . Med nak mintak maaf pasal semalam . Med mintak maaf sangat-sangat " tanpa disedari Nana memerhati Med dari luar . Sebutir air keluar dari kelopak mata . Hatinya turut sakit . Tambah-tambah Leo tiada harapan . 

    " Kenapa Leo tak bagitahu Med , Leo sakit . Sampai hati Leo " aku mencebikan bibirku .

   " Besok Leo kena bedah . Leo jangan takut . Doktor cakap Leo tak dapat jalani kehidupan normal lagi . Leo jangan risau . Med dengan Nana sentiasa disisi Leo . Leo pun kena berjuang . " aku menitiskan air mata . Aku ....... cuma nak Leo balik ......

----------------------------------

Kelihatan doktor keluar masuk dari bilik pemedahan . Reaksi muka mereka membimbangkanku . Tiada tanda ceria atau gembira . Makin aku risau , berganti-ganti doktor .

Penyakit dia sangat teruk . Peratus untuk hidup tinggal 10% . Kalau pemindahan jantung ini berjaya , mungkin dia bukan yang kamu kenal . 

Aku mengeluh perlahan . Mengharapkan semuanya berjalan lancar . Mungkin bukan Leo yang dulu tapi cukup gembira melihat Leo kembali . Leo bertahanlah .

FLASHBACK

    " Med tahu , dah genap 3 tahun kita bersama . Tahun depan Med masuk asrama . Jangan lupakan Leo ye ? " dia tersenyum nipis .

    " Med janji takkan lupakan Leo . "

   " Nana pun tau ! " dia mengingatkanku . Aku hanya menganguk .

   " Med tahu , kawan ni macam bunga "

   " Maksudnya ? "

  " Maksudnya ... bunga ada yang wangi , ada yang busuk . Kawan pun . Ada yang baik , ada yang jahat . Ada yang berduri , ada yang tajam . Maksudnya , ada yang menghianati kawan , ada yang bahaya . "

ENDFLASHBACK .


Melihat doktor keluar dari bilik pemedahan , terus aku bangun mendapatkannya .

  "Maaf kami telah cuba yang terbaik , kami terpaksa mencabut alat penafasannya . " Perkataan itu keluar dari bibir jejaka dihadapanku .

  " Kau bunuh dia ! Kenapa kau cabut alat penafasan tu ? Kalau kau tak cabut mesti dia boleh hidup kan ? Kau sengaja bunuh dia ! " pantas aku memarahi doktor itu . Aku sedar akan tindakanku . Dia tak berhak ambik nyawa orang . Dia hanya seorang doktor .

  " Maaf . Seperti yang saya kata sebelum ini , dia tiada harapan untuk hidup "

  " You're killing her like you're killing our friendship ! " aku menengkingnya .

  " Enough Med . Doc I'm sorry . Tolong tinggalkan kami sebentar  . Thanks " doktor itu berlalu pergi . Aku terduduk . Apa yang sepatutnya aku buat sekarang ? Aku lemah . Hati aku sakit . Kalau tak disebabkan doktor itu , Leo boleh hidup .

  " Get real Med . Please . Jangan seksa diri kau . Ini takdir . Aku pun sedih terima kenyataan ni . You're killing your self . You're killing me to . You're killing everyone surround you . Please Med " Nana memeluk tubuhku . Aku membalas pelukannya . Sepatunya kami peluk bertiga .... Aku tahu Nana terluka . Mungkin lagi teruk dari aku .


----------------------------------




Sinar pagi menghiasi pemandangan pagi . Aku duduk berseorangan diatas banku yang disediakan . Mata sibuk melihat seorang pekebun sibuk menyapu daun-daun yang bertaburan . Hembusan angin pagi meniup rambutku perlahan . Setiap kenangan ditiup kembali .

FLASHBACK 

Udara segar dihirup oleh 3 gadis manis . 3 gadis yang sentiasa kongsi suka dan duka . Setiap minggu kami luangkan masa disini .

   " Kalau aku mati , korang sedih tak ? " Leo memecah kesunyian . Aku dan Nana memandang Leo pelik . Kenapa tiba-tiba tanya soalan berkaitan dengan "mati" . Sensetif betul dengar tajuk tu -,-

  " Erm mestilah sedih " Nana orang pertama jawab . Aku ? Lidah aku kelu . Tidak terfikir benda itu akan terkeluar dari mulut Leo . 

 " Hmm rasanya sedih " aku tersenyum kerang menjawab soalan itu . Tidak sedar Leo kecil hati dengan jawapanku . Suasana bertukar menjadi sepi sekali lagi .

 " Kau tahu .. Daun ni macam persahabatan . Sangat ringan dan mudah dibawa pergi oleh angin .  " leo pergi meninggalkan kami berdua . Tidak terfikir untuk mengejar Leo . Masing-masing cuba mentafsir maksud itu . 

ENDFLASHBACK 


Aku tersedar dari lamunan apabila seseorang menyapaku . 

  " Ganggu ke ? " Nana memulakan bicara . Aku hanya tersenyum tipis . Nana mengambil tempat disebelahku . 

  " Rindu kenangan kita bersama-sama " Nana seperti mengetahui apa yang bermain di mindaku . Aku hanya menganguk tanda setuju . Sebak di dada aku tahan . 

  " Sekurang-kurangnya kita ditakdirkan bersama " perlahan nada suaranya . 

  " Aku mintak maaf . Aku punca semuanya . Aku punca Leo mati . Aku punca hubungan kita jadi dingin . Aku tak dapat kawal perasaan aku . Aku sayang Leo . Aku sayang kau . Cuma ........ " Aku tidak dapat meneruskan kata-kataku . Sebak tidak dapat ditahan lagi . 

  " Bukan salah kau . Kau tahu Med . Sebelum kau masuk asrama , aku dapat rasa hubungan kita akan rengang . Betul tekaan aku . " dia tersenyum dingin . Kata-katanya menusuk dadaku . 

  " Kau berubah . Kau makin dingin . Kau tak seceria dulu bila kita keluar sama-sama . Kau selalu tolak permintaan Leo untuk keluar bersama . Kau tolak semuanya Med . Lama-kelamaan Leo cari kawan baru . Mungkin lebih baik dari kau , Tetapi kau mesti ingat , kawan baru dia tak mampu gantikan kau . Tak sama dengan kau . " Nana berhenti berkata-kata . Aku menekup mukaku dengan dua tapak tangan . Sakitnya terlalu sakit . Aku sedar kesilapanku . Aku harap ini mimpi . Mimpi yang sangat ngeri . Kalaulah aku dapat memujuk tuhan untuk putarkan masa . Kalau lah aku bijak pandai , aku janji akan cipta mesin masa . Aku ingin mulakan hidup baru bersama Nana dan ... Leo . 

" Kita hidup perlukan antara satu-sama lain . Aku tak sempurna , Tapi kau sempurnakan aku dengan Nana "

Maafkan aku sebab tak dapat sempurnakan kau dengan Nana . Tuhan tolonglah pulangkan Leo . Aku janji akan hargai dia . Tolonglah ... 

   " Kalau tak nak pulangkan balik " Nana memandangku yang masih menekup muka .  

   " Apa maksud kau ? " aku memandang Nana dengan penuh tanda tanya . 

   " Tuhan kurniakan kau seorang kawan yang setia . Sentiasa disamping kau . Tapi kau tak pernah hargai kurnian tuhan . Jadi tuhan ambil balik . " Kalau tak nak pulangkan balik " maknanya kau tolak kuniaan tuhan dan kau telah pulangkan balik pada tuhan " 

--------------------------

Memang Daun ni macam persahabatan . Sangat ringan dan mudah dibawa pergi oleh angin . Walaupun daun dah dibawa angin tapi bentuknya tetap sama kan ? . Macam kita . Walau jauh mana pun kita pergi  , kita masih diri kita dan persahabatan kita tetap sama . - Leo